RSS

Banjir di jakarta yang belom terselesaikan!!

13 Jan

Untuk kali ini saya akan membahas topik yang lagi hangat-hangatnya disaat musim hujan tiba dan jika terjadi masalah tersebut bikin semua kehidupan masyarakat jadi semerawut. Ya mungkin saatnya saya mengetik apa yang akan dibahas.

Banjir itu merupakan kata yang tidak asing lagi buat masyarakat seluruh indonesia terutama “Jakarta”. Banjir juga menjadi makanan setiap tahun bagi warga dibantaran kali di daerah Jakarta. Setiap musim hujan datang pasti Jakarta disibukkan dengan adanya genangan air dan banjir. Beberapa hari yang lalu juga Jakarta macet total dan lumpuh karena tingginya intensitas hujan yang terjadi, sejumlah jalan protokol di jakarta dan jalan raya saluran inpeksi kalimalang juga tergenang air yang menyebabkan terjadinya antrian kendaraan yang akan melewati jalan itu.

Ini merupakan foto banjir yang terjadi di Jakarta…………………….

dampak-luapan-kali-cipinang

Dampak dari Luapan Kali Cipinang

Kemacetan di jalan tol yang terjadi akibat banjir

Genangan air yang terjadi di Jalan Protokol

Genangan air yang terjadi di Jalan Protokol

Padahal Gubernur DKI Jakar ta Jokowi, sudah melakukan segala cara untuk mengatasi banjir yang terjadi di daerah ibu kota tercinta Jakarta ini. Solusi banjir yang sudah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta untuk mencegah terjadinya banjir, yaitu…..

  1. Melakukan pengerukan kali” yang ada di Jakarta.
  2. Melakukan program normalisasi saluran air.
  3. Melakukan program Pesanggrahan Angke Sunter (PAS).
  4. Melakukan program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI)
  5. Membangun Banjir Kanal Timur (BKT) dan Banjir Kanal Barat (BKB).
  6. Membangun tanggul-tanggul, dan non-struktural.
  7. Memperbaiki hulu

Dari semua solusi tersebut Pemerintah Jakarta berharap sebanyak 52 daerah rawan genangan air di daerah jakarta bisa teratasi, dengan rincian untuk BKT dan BKB 22 daerah rawan genangan air, program Pesanggrahan Angke Sunter (PAS) sebanyak 10 daerah rawan genangan air dan program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) sebanyak 20 daerah rawan genangan air.

Dan ada juga aturan yang bisa dijadikan andalan oleh Pemerintah Jakarta, yaitu larangan untuk membuang sampah di sungai, jika ada yang melarang akan dikenai sanksi berupa sanksi pidana 10-60 hari kurungan atau denda Rp.100.000 – Rp.20 juta. Namun lagi lagi aturan tersebut dengan gampang dilarang oleh masyarakat jakarta, masyarakat mungkin belom tahu apa akibatnya jika dia membuang sampah disungai. Padahal banjir tidak hanya merugikan diri dia sendiri tapi juga merugikan masyarakat Jakarta yang lainnya.

Memang masyarakat DKI Jakarta itu banyak yaitu berjumlah sekitar 9,5 juta dan menghasilkan volume sampah sekitar 6.500 ton per hari. Tapi setidaknya angka kependudukan yang tinggi itu tidak menjadi penghalang untuk menciptakan “JAKARTA BEBAS BANJIR”. Jadi mulai sekarang marilah kita masyarakat Jakarta melakukan buang sampah pada tempat, memperbaiki saluran air yang ada disekitar lingkungan anda dan menanam pohon sebagai daerah resapan air. Karena Pemerintah DKI Jakarta tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari masyarakatnya. Dengan begitu akan tercipta kota ibu kota negara Indonesia yang bebas dari banjir.

Itulah artikel saya yang membahas tentang masalah banjir. Terima kasih bagi yang telah membaca artikel blog saya ya.🙂

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: